ada apa di balik gagal?

gue yakin enggak ada satu orang pun yang belum pernah ngerasain yang namanya gagal.

dari yang sesederhana gagal masak nasi untuk pertama kalinya,
gagal diterima cintanya sama gebetan,
sampai yang mungkin bisa ninggalin luka cukup lama seperti gagal punya momongan karena keguguran,
gagal punya bisnis karena ditipu orang,
dan banyak contoh gagal lainnya.

gagal karena kesalahan sendiri bikin sulit memaafkan diri dan jadi takut mencoba lagi
gagal karena faktor eksternal bikin luka berkepanjangan dan jadi sulit percaya sama orang lain

apa pun penyebabnya, gagal itu enggak enak.

gara-gara PSBB, gue jadi download beberapa game. enggak banyak sih, di handphone gue sejauh ini cuma ada tiga game. gue takut punya banyak, karena gue susah nyerah kalau belum menang. lah kalo gue usaha terus sampe menang, kebayang dong berapa lama waktu kebuang?

gue jadi mikir, kok kalo di game, gagal sekali, dua kali, tiga kali ya enggak apa-apa. gue bisa ngotot ulang terus permainannya sampe menang. ada permainan yang pake kuota nyawa, dan bikin gue harus nunggu beberapa jam untuk nyawanya balik penuh lagi. begitu penuh, gue coba lagi main sampe menang ronde atau babak yang udah berkali-kali gagal gue lewatin.

kenapa enggak bisa diaplikasikan ke kehidupan nyata, ya?

apa karena di game enggak ada penontonnya? cuma gue dan layar handphone sama virtual karakter yang merepresentasikan diri gue. jadi, kalo gagal ya enggak ada rasa malu.

apa karena gue tau bahwa ini semua settingan? pasti ada rumusnya untuk setiap ronde berapa kali karakter ini bisa menang, berapa kali karakter ini emang – terlepas dari sejago apa pun karakter lo – ya emang ini udah dibuat settingannya bakal kalah.

atau karena, gagal di game enggak punya konsekuensi membekas? seperti luka di hati. seperti kehilangan hubungan. kerugian harta benda. dan lain sebagainya?

hmm.. berarti yang bikin manusia takut gagal itu bukan semata-mata gagalnya. tapi efek domino setelahnya yang bikin luka, kecewa, sakit hati, emosi, penyesalan.

semua orang pasti pernah gagal, tapi enggak semua orang takut gagal. jujur, gue kagum sama orang yang berani gagal dan berani coba lagi. gue pribadi, bukan cuma enggak suka gagal, tapi juga takut gagal.

buat gue gagal itu berarti ada sejumlah waktu yang sudah gue investasikan terbuang begitu aja. makanya sebisa mungkin jangan sampe gagal. tapi, apa iya waktu yang udah kepake terbuang begitu aja?

bukankah selalu ada pelajaran di balik gagal?

enggak ada yang bisa memastikan apa yang kita lakukan ujungnya enggak gagal. kadang kita udah usaha yang terbaik pun ternyata bisa gagal. tapi apa itu bikin kita berhenti hidup dan jadi takut ngapa-ngapain? yang penting buru-buru belajar. dan jangan terlalu keras sama diri sendiri. tepuk aja bahu lo, terus bilang, “enggak apa-apa, yuk coba lagi.”

Write to you later,
HG.

Iseng 04
Words from Hillsong Worship’s O Praise The Name. Photo by Flora Westbrooks, UK.

 

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s