apa iya beda itu salah?

Gue yakin banget banyak masalah di dunia ini tuh enggak bisa cuma dikategorikan ke dalam dua pilihan: benar atau salah.

Hidup bukan cuma sekadar hitam dan putih.

Jangan membatasi diri yang sudah terbatas ini dengan tembok yang enggak seharusnya pernah ada.

Apakah sosok yang kita sebut Yang Maha Kuasa benar-benar terbatas sampai harus selalu dibela dan dibuktikan kebenaran-Nya?

Apakah Dia tidak bisa menunjukkan dirinya dalam bentuk apa pun kepada siapa pun yang Dia pilih?

Hanya karena caranya berbeda, interpretasinya berbeda, bukan berarti lantas jadi salah, kan?

Sedihnya, yang memilih untuk jadi terbatas tidak akan bisa mengerti, apalagi memahami dan mengalami.

Sering kali dalam usaha manusia memahami Dia yang tidak terbatas, manusia mengecilkan-Nya ke dalam bentuk yang mudah dipahami, mudah dimengerti. Kenapa? Karena, yang mudah dipahami dan mudah dimengerti itu tidak menakutkan. Sementara yang tidak bisa dimengerti atau terlalu besar dipahami itu cenderung misterius dan tidak bisa ditebak.

Manusia enggak suka sesuatu yang tidak bisa ditebak. Manusia suka kejelasan. Dan, kepastian.

Kita bilang kita kenal, kita meyakinkan diri kita bahwa kita sudah kenal betul pribadi-Nya. Supaya apa? Supaya ada damai dalam diri kita bahwa kita sudah pasti selamat. Lantas kita sibuk koar-koar dan meyakinkan orang lain bahwa Dia itu begini, Dia itu begitu. Padahal belum tentu.

Write to you later,
HG.

Every Little Thing Story
Words from Young and Free’s Every Little Thing. Photo by Abby Chung, Toronto.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s